Thursday, August 6, 2015

Macam-macam life cycle

Macam-macam life cycle
  • Prototyping  adalah software development dengan cara membuat prototype seperti software yang masih belum sempurna.
    • Kekurangan : pelanggan tidak paham bahwa software yang ada belum mencantumkan kualitas dan pemeliharaan untuk jangka waktu lama, pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehinggfa menggunakan algoritma dan bahasa yang sederhana tanpa memikirkan program tersebut merupakan blue print, hubungan dengan komputer yang disediakan tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
    • Kelebihannya : adanya komunikasi antara pengembang dan pelanggan, pengembang dapat bekerja lebih baik, pelanggan berperan aktif dalam pengembangan, lebih menghemat waktu, harapan menjadi lebih baik.
  • Incremental Development adalah metode yang bisa digunakan dengan cara memecah system untuk disusun kembali bersamaan dengan pertambahannya membutuhkan fungsinya masing-masing, jadi daripada mengeluarkan semuanya pada satu hari, dipecah menjadi beberapa hari.
    •  Kelebihan : mampu Mengakomodasi perubahan kebutuhan consumer, cocok digunakan bila pembuat software tidak banya atau kurang.
    •  Kekurangan : Medol yang hanya cocok untuk skala kecil, penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut, hanya berhasil jika tidak ada staffing.
  • Spiral Development metode yang ada sejak tahun 1988 oleh barry boehm, spiral model menggabungkan beberapa aspek dari waterfall model dan rapid prototyping methodologies.
    • kelebihan : Setiap tahap pengerjaan dibuat prototyping sehingga kekurangan dan apa yang diharapkan oleh client dapat diperjelas dan juga dapat menjadi acuan untuk client dalam mencari kekurangan kebutuhan, Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar, Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer, Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses, Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk, Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iterative, Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.
    • Kekurangan : Banyak konsumen (Client) tidak percaya bahwa pendekatan secara evolusioner dapat dikontrol oleh kedua pihak. Model spiral mempunyai resiko yang harus dipertimbangkan ulang oleh konsumen dan developer, Memerlukan tenaga ahli untuk memperkirakan resiko, dan harus mengandalkannya supaya sukses, Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien karena usianya yang relatif baru, Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur, Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute.   



No comments:

Post a Comment