Wednesday, October 19, 2016

Sub Query Dan Indeks

A. SELECT INTO STATEMENT
SELECT INTO adalah sebuah perintah yang ada pada MySQL yang digunakan untuk memindahkan data dari satu tabel ke tabel yang lain atau dari satu database ke database yang lain. SELECT INTO sebenarnya juga dapat memilah field yang mana sajakah yang ingin kita pindahkan dengan cara menyebutkan nama fieldnya. Struktur SQL yang digunakan adalah select * into tabelBaru from tabelLama; dan bila hanya digunakan untuk memindah kolom-kolom tertentu saja maka Syntax yang digunakan adalah select namaKolom1, namaKolom2, namaKolom3 into tabelBaru from tabelLama; Berikut adalah beberapa contoh penggunaan SELECT INTO:
  • Membuat backup sebuah tabel
SELECT * INTO backup_transaksi FROM transaksi;
  • Membuat backup sebuah tabel ke dalam database yang baru
SELECT * INTO backup_trsndskdi IN ‘backup_database.mdb’ FROM transaksi;
  • Membuat backup beberapa kolom sebuah tabel
SELECT ID,NamaPelanggan INTO backup_transaksi FROM transaksi;
B. SUB QUERY
Sub Query adalah query nested atau sebuah query yang ada di dalam query. Sub query merupakan pernyataan SELECT yang merupakan bagian dari pernyataan INSERT, SELECT.. Query dasar dalam sub query :
SELECT namakolom FROM namatabel WHERE namakolom operator (subquery);
Beberapa kegunaan dari Sub Query adalah :
  1. Subquery digunakan untuk menyelesaikan persoalan dimana terdapat suatu nilai yang tidak diketahui (unknown values).
  2. Meng-copy data dari satu tabel ke tabel lain
  3. Menerima data dari inline view
  4. Mengambil data dari tabel lain untuk kemudian di update ke tabel yang dituju
  5. Menghapus baris dari satu tabel berdasarkan baris dari tabel lain
Perintah ini hanya bisa menerima satu buah hasil dari sub query, jika hasil dari sub query ada lebih adari satu maka akan terjadi error. Ada beberapa bahasan terkait penggunaah Sub Query ini antara lain :
  1. Sub query dengan IN
Jika operator ‘=’ hanya digunakan untuk hasil yang tepat satu, maka jika ingin menampilkan yang memiliki hasil lebih dari satu maka menggunakan perintah IN. Dan struktur Query yang digunakan dalam hal ini adalah
SELECT namakolom FROM namatabel WHERE kondisi opeatorperbandingan IN (subquery);
  1. Sub query dengan ALL
Command ALL diikuti dengan operator perbandingan digunakan memiliki arti menampilkan nilai jika perbandingan bernilai benar untuk semua data. Operator perbandingan tersebut berupa ( <, >, =, != ). Berikut adalah query dasar dari sub query all
SELECT namakolom FROM namatabel WHERE kondisi opeatorperbandingan ALL (subquery);
  1. Sub query dengan ANY
Command ANY diikuti dengan operator perbandingan memiliki arti menampilkan nilai yang sesuai dengan apapun yang dihasilkan oleh sub query. ANY berbeda dengan IN, jika IN itu semua data, sedangkan ANY hanya beberapa data. Contoh query dasar dari sub query ANY
SELECT namakolom FROM namatabel WHERE kondisi opeatorperbandingan ANY (subquery);
  1. Sub query dengan EXISTS
Perintah EXISTS disini berguna untuk mengartur penampilan hasil query, Query Utama akan dijalankan jika Sub Query bernilai TRUE (ada hasilnya) jika hasilnya kosong maka Query utama tidak akan dijalankan. Lawan dari statement EXISTS adalah NOT EXISTS. Query yang digunakan adalah
SELECT namakolom FROM namatabel WHERE EXIST / NOT EXIST (subquery);
  1. Insert Into Statement

Untuk meng-copy data dari suatu tabel ke tabel lain kita bisa menggunakan perintah INSERT INTO. Tetapi sebelu kita menggunakan perintah INTO INTO ini kita harus membuat tabel baru yang jumlah field dan urutannya sama dengan tabel field sebelumnya, nama dari field tidak harus sama. Query untuk perintah INSERT INTO adalah sebagai berikut :
INSERT INTO namatabel2 SELECT namakolom FROM namatabel1 ;
Kita juga bisa memberikan kondisi sesuai dengan kondisi yang kita inginkan dengan penambahan perintah WHERE.
C.  INDEX
Indexes adalah suatu bagian yang special dari system database yang digunakan untuk peningkatan kemampuan menyeluruh dari proses yangada.MySQL mengijinkan antara 16 sampai 64 indexes untuk setiap table, akan tetapi ini tergantung storage engine yang digunakan.
Setiap index dapat diletakan di field (kolom) mana saja, mulai dari field 1 sampai field 15. Walaupun penggunaan beberapa field (multicolumn) index tidak terlihat nyata, akan tetapi penggunaan ini akan memberikan kemudahan untuk kemampuan pencarian pada sebuah atau banyak field (column).
Pada lain hal, ada sebuah hal yang menjadikan kelemahan dari penggunaan index. Dimana dengan index kita dapat meningkatkan kecepatan dalam membaca data dari database, tetapi akan membuat lambat proses perubahan data dalam database, karena perubahan akan berpengaruh pada data yang di index. Anda akan mendapat hasil yang normal ketika hanya menampilkan data dari database jika dibandingkan anda melakukan proses tambah (insert) data atau ubah (update) data yang sudah ada.
Pengguna index, baik digunakan pada field (column) :
  1. Ketika sering menggunakan WHERE pada bagian query.
  2. Ketika sering menggunakan ORDER BY pada bagian query.
  3. Ketika memiliki banyak perbedaan nilai.
  4. Ketika sering menggunakan JOIN pada bagian query.
MySQL memiliki beberapa tipe dari Index yang berbeda, yaitu :
  1.  INDEX
  2. UNIQUE
  3. PRIMARY KEY.
  4. FULLTEXT index
Contoh Penggunaan Macam Index
  1. Indentifikasi suatu field menggunakan PRIMARY KEY
  2. Indentifikasi suatu field harus UNIQUE
UNIQUE tidak dapat digunakan dalam jumlah banyak. Sebagian besar digunakan seperti nilai tanggal, angka, nama, kota, kode pos yang berulang, terutama sekali pada table dengan ribuan baris (record). Tetapi semua tergantung pada aplikasi yang anda buat, apakah anda hanya menggunakan sekali-kali pada field yang benar-benar harus unik, seperti alamat email, username dari sistem aplikasi registrasi (sistem login). Anda tidak dapat mendefinisikan sekaligus PRIMARY KEY dan UNIQUE dalam sebuah field, karena PRIMARY KEY sudah didesain harus mengikut aturan unik.
  1. Identifikasi suatu field akan mendapatkan keuntungan dari sebuah INDEX
Pada rekomendasi ada adalah ketika index akan membantu dan berfikir tentang apa informasi akan disajikan. Jika anda memerlukan untuk melihat daftar dari invoices berdasarkan tanggal atau total jumlah order, maka INDEX akan membuat logical indexes. Jika sebuah table registrasi/login akan menggunakan kombinasi pada username dan password untuk verifikasi suatu proses login, maka akan dibuat index. Anda juga membuat index pada field foreign key anda.
Berikut adalah struktur SQL untuk membuat indeks pada suatu kolom
CREATE INDEX namaindex ON namatabel (nama kolom);
Sedangkan Unique index mirip dengan penggunaan indeks tetapi lebih digunakan untuk mencegah duplikasi data  yang terdapat dalam tabel. Jadi dengan adanya unique index berarti pembaca tidak dapat meng-insert data yang sama dalam sebuah tabel. Berikut struktur SQL nya :
CREATE UNIQUE INDEX namaindex ON namatabel (nama kolom);
Untuk menghapus index berikut strukturnya :
DROP INDEX namaindex;
D. KOLOM UNIK
Unique berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadinya duplikasi nilai (kesamaan data) dalam sebuah kolom, hal ini dapat ditangani dengan membuat sebuah indeks unik atau fungsi unik sendiri pada kolom yang dimaksud. Unique biasanya digunakan dalam pembuatan bukan primary key namun butuh untuk mengecek dupikasi agar tidak ada yang sama, karena dalam primary key sudah otomatis mempunyai sifat unik. Berikut Struktur SQL saat pembuatan tabel baru :
CREATE TABLE namatabel (namakolom tipedata unique);
Ketika tabel sudah ada kita bisa menggunakan ALTER TABLE. Hal ini sesuai dengan yang telah dipelajari pada bab sebelumnya. Berikut Struktur SQL
ALTER TABLE nama_tabel ADD UNIQUE (nama_kolom);
Untuk menghapus unique berikut caranya :
ALTER TABLE nama_table DROP CONSTRAINT NAMA_CONSTRAIN;
E. CHECK
Check berfungsi untuk melakukan pembatasan nilai masukan dalam sebuah kolom, sebagai contoh misalkan kita ingin agar kolom nomor telepon yang biasanya terdiri dari 12 karakter ini dapat kita setting dengan menggunakan CHECK. Dengan menggunakan CHECK maka sebuah kolom hanya bisa diisi dengan data yang memenuhi kriteria dalam CHECK. Berikut query contoh pengunaan check
db_contoh=> CREATE TABLE pelanggan (
db_contoh(> nama varchar(35),
db_contoh(> kode_area CHAR(10) CHECK (length(trim(kode_area)) = 2),
db_contoh(> umur INTEGER CHECK (umur >= 0),
db_contoh(> gender CHAR(1) CHECK (gender IN (‘L’, ‘P’)),
db_contoh(> ttl DATE CHECK (ttl BETWEEN ‘1998-01-01’ AND CURRENT_DATE),
db_contoh(> CHECK (upper(trim(nama)) != ‘nita’ OR
db_contoh(> upper(trim(nama)) != ‘jeki’)
db_contoh(> );
CREATE
F. PENGGUNAAN TRIM
Menghilangkan beberapa karakter di MySQL terkadang sangat kita perlukan. Terutama dalam mengupdate data dalam bentuk karakter/teks yang bertipe varchar, text dan sebangsanya. Contoh simplenya misalnya menghilangkan tanda tertentu seperti menghilangkan tanda koma di belakang kata “Rabu” pada ” Senin,Selasa,Rabu,”. Jika ada masalah seperti ini, kita dapat membersihkannya dengan menggunakan fungsi TRIM. Fungsi TRIM dibagi menjadi 3, yaitu TRIM, LTRIM dan RTRIM.  Ketiga fungsi ini memiliki bentuk penggunaan sebagai berikut :
  • RTRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kanan (Right) String.
  • LTRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kiri (Left) String.
  • TRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kiri, kanan, maupun tengah String
Berikut Struktur SQL penggunaan trim :
Select trim(nama_kolom) from nama_tabel;
Ketika kita menggunakan fungsi TRIM kita memiliki tiga opsi yang bisa digunakan untuk menghilangkan atau menghapus suatu karakter string. Jadi fungsi TRIM tidak hanya bisa menghapus spasi saja tetapi kita bisa gunakan untuk menghapus karakter string suatu data.  Opsinya sebagai berikut :
  • LEADING : merupakan opsi untuk menghilangkan karakter terpilih yang ada di sebelah kiri. Parameter Leading diartikan sebagai sufik dari karakter yang ada.
  • TRAILING : merupakan opsi untuk menghilangkan karakter terpilih yang ada di sebelah kanan String. Parameter Trailing diartikan sebagai sufik dari karakter yang ada.
  • BOTH : merupakan opsi yang dapat menangani parameter Leading maupun Trailing
Berikut Struktur SQL nya :
Select trim(LEADING ‘karakter, misal : -’ from namakolom) from nama_tabel;
Select trim(TRAILING ‘karakter, misal : -’ from namakolom) from nama_tabel;
Select trim(BOTH ‘karakter, misal : -’ from namakolom) from nama_tabel;
HASIL PRAKTIKUM
  1.  Menampilkan nama fakultas dan jumlah mahasiswa dengan ketentuan nama fakultas yang dimunculkan dengan jumlah mahasiswanya yang terkecil.
    Untuk menyelesaikan soal ini, kita bisa menggunakan order by dan limit yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Strukutur Query dan hasilnya adalah sebagai berikut
    1
  2. Menampilkan nama mahasiswa, nama fakultas, alamat dengan syarat nama fakultas sama dengan Edi (bisa disesuaikan) dan alamatnya tidak sama dengan luki (bisa disesuaikan). Dalam hal ini kita menggunakan sub query dengan operator in, Struktur dan Hasilnya adalah sebagai berikut
    2
  3. Membuat index di tabel mahasiswa(alamat). Kemudian buat lagi index yang bersifat unik pada tabel fakultas(fak_nama) kemudian amati perbedaannya ketika memasukkan data yang sama, Struktur dan Hasilnya adalah
    3.1
    Kita coba untuk insert-kan data yang sama (kecuali nim mahasiswa) pada tabel mahasiswa dan hasilnya
    3.2
    After that, kita buat lagi unique index pada tabel fakultas, seperti pada gambar berikut
    3.3
    Then, kita insert data yang sama terkecuali pada id fakultas
    3.4
  4.  Menjadikan kolom nama di mahasiswa menjadi unik dan inputkan 2 data yang sama. Kemudian amati perbedaannya.
    Untuk membuat kolom menjadi unik, kita bisa menjalankan perintahalter table, Hasilnya adalah
    4.1
    After That, kita insert-kan data nama mahasiswa yang sama
    4.2
    maka, apabila ada data yang sama, maka kita tidak dapat meng-insertkan data lagi
  5. Memindahkan data dari tabel mahasiswa, fakultas ambil kolom nim, nama mahasiswa, alamat, nama fakultas ke tabel baru yang dinamai “tabel identitas”.
    Untuk memindahkan data dari tabel mahasiswa dan fakultas ke tabel identitas, kita perlu membuat terlebih dahulu tabel identitas, dengan field nim, nama, alamat mahasiswa dan nama fakultas. Setelah itu kita bisa menggunakan perintah insert into statement. Hasilnya apabila sukses akan sama seperti pada gambar ;
    5
  6. Buatlah contoh penggunaan check pada sub bab pembahasan CHECK. Kemudian masukkan beberapa data baik yang sesuai dengan criteria check maupun yang bukan dan amati perbedaannya. Dalam mysql operator check tidak ada.
  7. Inputkan data di tabel mahasiswa dimana pada kolom nama sebelum inputkan karakter dahulukan dengan spasi dan di akhiri dengan tanda “+” seperti berikut : “ andi cahyono++++”. kemudian munculkan seluruh data dan hilangkan spasi didepan.
    Gunakan perintah TRIM untuk menyelesaikannya :
    7
  8. Munculkan data mahasiswa dengan hilangkan karakter “+” di akhir data dan karakter “a” di awal kata pada kolom nama. Dalam hal ini, kita akan menggunakan leading, trailing dan both
    8

Sumber : https://mbahsantri.wordpress.com/2014/11/19/sub-query-indeks/
,

Saturday, October 1, 2016

KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER BESERTA CARA KERJANYA (LAN, MAN, WAN, INTRANET/INTERNET,PAN)


KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER

            1.1 Pengertian Jaringan Komputer

     Jaringan komputer adalah hubungan antara 2 komputer atau lebih yang
terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless). Dua unit komputer
dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi
resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk,
cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui
media kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer
dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang
sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan bersamasama.

            1.2 Jenis-jenis Jaringan Komputer

             Jaringan komputer, secara umum dibagi atas empat jenis, yaitu :

1. Local Area Network

     Local Area Network (LAN) dapat didefinisikan sebagai kumpulan komputer
yang saling dihubungkan bersama didalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas,
seperti di dalam satu kantor atau gedung. LAN dapat juga didefinisikan berdasarkan
pada penggunaan alamat IP komputer pada jaringan. Suatu komputer atau host dapat
dikatakan satu LAN bila memiliki alamat IP yang masih dalam satu alamat jaringan,
sehingga tidak memerlukan router untuk berkomunikasi. Contoh jaringan LAN seperti
diperlihatkan pada Gambar 1.
Gambar 1.

Gambar 1. Jaringan Local Area Network


Jaringan LAN dapat juga dibagi menjadi dua tipe, yaitu jaringan peer to peer
dan jaringan client-server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung
dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server, sedangkan pada jaringan
client-server, hanya satu komputer yang bertindak sebagai server dan komputer lain
sebagai workstation. Contoh jaringan LAN peer to peer dan client server seperti
diperlihatkan pada Gambar 2 dan 3.
Gambar 2. Jaringan peer to peer

( Gambar 3A )

( Gambar 3B )

Gambar 3. Jaringan Client-Server

Cara Kerja LAN :
Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan-pantulan, difraksi, line of sight dan obstructed tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang berbeda-beda.Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge wireless LAN didesain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.
Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki no ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuat kartu, wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket lansung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.

2. Metropolitan Area Network

     Metropolitan Area Network (MAN) merupakan versi LAN yang
berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN.MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga
sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum.
MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan
televisi kabel. Contoh jaringan MAN seperti diperlihatkan pada Gambar 4.


Gambar 4. Jaringan Metropolitan Area Network
Cara Kerja MAN:Area jariongan MAN lebih besar dari pada jaringan area LAN. Jaringan MAN berguna untuk membangun jaringan di kantor-kantor dalam wilayah satu kota, gedung, pabrik, kampus dan kantor pusat yan masih ada dalam 1 jangkauannya.

3. Wide Area Network

     Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan
media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optik, karena jangkauannya yang lebih
luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai
menjangkau area/wilayah otoritas negara lain. WAN biasanya lebih rumit dan sangat
kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. WAN menggunakan banyak sarana
untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti
internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam
beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.
Contoh jaringan WAN seperti diperlihatkan pada Gambar 5.

Gambar 5. Jaringan Wide Area Network
Cara Kerja WAN: WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

4. Internet dan Intranet

     Internet yang merupakan gabungan dari LAN, MAN, dan WAN, adalah sebuah
sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringanjaringan
komputer di seluruh dunia. Setiap komputer dan jaringan terhubung secara
langsung maupun tidak langsung ke beberapa jalur utama yang disebut internet
backbone dan dibedakan satu dengan yang lainnya menggunakan alamat unik yang
biasa disebut dengan alamat Internet Protocol (IP). Contoh jaringan intranet dan internet
seperti diperlihatkan pada Gambar 6.
Gambar 6. Jaringan Internet

Aplikasi pada jaringan internet dapat juga diterapkan pada sebuah LAN yang
memiliki server. Sebagai contoh di perusahaan yang memiliki jaringan client-server.
Bila aplikasi yang ada pada internet, seperti mail server, diterapkan pada perusahaan
tersebut, maka jaringan ini dapat disebut sebagai intranet. Client dapat mengakses
server tersebut seperti mengakses internet pada umumnya. Client juga dapat mengakses
aplikasi lain di luar server perusahaan (internet).
Cara Kerja Jaringan Internet : Cara kerja Internet yang praktis dalam waktu singkat dapat mengirim data dalam berbagai format audio dan visual dengan harga pengiriman data yang tergolong sangat murah dibanding dengan media pengiriman data yang lain, membuat perkembanganya cukup pesat akhir-akhir ini.
Beginila cara kerja internet, sebuah komputer pengguna (client Computer) yang hendak dihubungkan ke jaringan Internet, pada awalnya harus terhubung kesebuah Server. Dengan adanya sebuah server yang mengatur akses dan mengirimkan data-data dari dan kedalam internet yang diminta oleh beberapa client server, sehingga komputer client dapat mengakses website, chating, email, dan lain sebagainya.

5.PAN

     PAN(Personal Area Network) adalah jaringan komputer yang digunakan untuk komunikasi antara komputer perangkat (termasuk telepon dan asisten pribadi digital) dekat dari satu orang. Perangkat mungkin atau tidak milik orang tersebut. Jangkauan dari PAN biasanya beberapa meter.
PANs dapat digunakan untuk komunikasi antara perangkat pribadi mereka sendiri (intrapersonal komunikasi) atau untuk menghubungkan ke tingkat yang lebih tinggi dan jaringan Internet (an uplink). Personal area jaringan kabel mungkin dengan komputer bus seperti USB dan FireWire. A wireless personal area network (WPAN) juga dapat dimungkinkan dengan teknologi jaringan seperti IrDA, Bluetooth, UWB, Z-Wave dan ZigBee.
Contoh jaringan PAN seperti diperlihatkan pada Gambar 7.
Gambar 7. Personal Area Network
Cara Kerja PAN : Jaringan ini menghubungkan pada komputer local untuk sharing data / infomasi jarak lebih luas dibandingkan dengan LAN.

            1.3 Topologi Jaringan Komputer

     Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan
komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang umum digunakan saat ini
adalah bus, token-ring, star, tree, dan mesh.

1. Topologi Bus
     Pada topologi bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana
seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi bus adalah
pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan
mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila
terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami
gangguan. Contoh topologi bus seperti diperlihatkan pada Gambar 8.
Gambar 8. Topologi Bus
2. Topologi Ring

     Pada topologi ring, semua workstation dan server dihubungkan sehingga
terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamatalamat
yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan
dilewatkan.
     Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut
serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat
gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Keunggulan topologi
ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada
topologi bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat. Contoh
topologi token ring seperti diperlihatkan pada Gambar 9.

Gambar 9. Topologi Token Ring
3. Topologi Star

     Pada topologi star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke
server atau hub. Keunggulan dari topologi star adalah dengan adanya kabel tersendiri
untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam
kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara
keseluruhan. Bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan
terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan
secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi star adalah
kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
Contoh topologi star seperti diperlihatkan pada Gambar 10.
Gambar 10. Topologi Star
4. Topologi Tree
     Topologi tree dapat berupa gabungan dari topologi star dengan topologi bus.
Contoh topologi tree seperti diperlihatkan pada Gambar 10.

Gambar 11. Topologi Tree
5. Topologi Mesh

     Topologi mesh digunakan pada kondisi di mana tidak ada hubungan komunikasi
terputus secara absolut antar node komputer. Topologi ini merefleksikan desain internet
yang memiliki multi path ke berbagai lokasi. Contoh topologi mesh seperti
diperlihatkan pada Gambar 12.

Gambar 12. Topologi Mesh

            1.4 Perangkat Jaringan

     Perangkat jaringan adalah semua komputer, peripheral, interface card, dan
perangkat tambahan yang terhubung ke dalam suatu sistem jaringan komputer untuk
melakukan komunikasi data. Perangkat jaringan komputer terdiri dari :

1. Server.

     Server merupakan pusat kontrol dari jaringan komputer. Server berfungsi untuk
menyimpan informasi dan untuk mengelola suatu jaringan komputer. Server akan
melayani seluruh client atau workstation yang terhubung ke jaringan. Sistem operasi
yang digunakan pada server adalah sistem operasi yang khusus yang dapat memberikan
layanan bagi workstation.

2. Workstation.

     Workstation adalah komputer yang terhubung dengan sebuah LAN. Semua
komputer yang terhubung dengan jaringan dapat dikatakan sebagai workstation.
Komputer ini yang melakukan akses ke server guna mendapat layanan yang telah
disediakan oleh server.

3. Network Interface Card

     Network Interface Card (NIC) adalah expansion board yang digunakan supaya
komputer dapat dihubungkan dengan jaringan. Sebagian besar NIC dirancang untuk
jaringan, protokol, dan media tertentu. NIC biasa disebut dengan LAN card. Contoh
sebuah LAN Card seperti diperlihatkan pada Gambar 13.
Gambar 13. Network Interface Card
4. Kabel

     Kabel adalah saluran yang menghubungkan antara 2 workstation atau lebih.
Jenis-jenis kabel yang digunakan dalam jaringan antara lain kabel coaxial, fiber optic,
dan Twised Pair. Jenis-jenis kabel tersebut seperti diperlihatkan pada Gambar 14.
(Gambar 14A)

(Gambar 14B)

(Gambar 14C)

Gambar 14. Jenis-jenis kabel; (A) Coaxial, (B) Fiber Optic (C) Twisted Pair

     Kabel coaxial hanya memiliki satu konduktor yang berada di pusat kabel. Kabel
ini memiliki lapisan plastic yang berfungsi untuk pembatas konduktor dengan anyaman
kabel yang ada pada lapisan berikutnya. Kabel coaxial memiliki kecepatan transfer
sampai 10 Mbps. Kabel coaxial sering digunakan untuk kabel TV, ARCnet, thick
ethernet dan thin ethernet. Thick coaxial / 10Base5 / RG-8 sering digunakan untuk backbone, untuk instalasi jaringan antar gedung. Kabel ini secara fisik berat dan tidak
fleksibel, namun ia mampu menjangkau jarak 500 m bahkan lebih. Thin coaxial /
10Base2 / RG-58 / cheapernet sering digunakan untuk jaringan antar workstation. Kabel
ini secara fisik lebih mudah ditangani daripada RG-8 karena lebih fleksibel dan ringan.
Thick coax mempunyai diameter rata-rata 12 mm sedangkan thin coaxial mempunyai
diameter rata-rata berkisar 5mm. Setiap perangkat dihubungkan dengan BNC Tconnector.

     Kabel fiber optik memiliki inti kaca yang dilindungi oleh beberapa lapisan
pelindung. Pengiriman data pada kabel ini menggunakan sinar. Kabel fiber optik
memiliki jarak yang lebih jauh daripada twisted pair dan coaxial. Kabel ini juga
memiliki kecepatan transfer data yang lebih baik dalam pengiriman data, yaitu
mencapai 155 Mbps. Kabel fiber optic memiliki dua tipe, yaitu single mode dan multi
mode. Tipe kabel single mode memiliki diameter core 9 micron, sedangkan kabel multi
mode memiliki diameter core sebesar 62,5 micron.

     Kabel twisted pair, secara umum dibagi menjadi 2 tipe, Shielded Twisted Pair
(STP) dan Unshilded Twisted Pair (UTP). Sepasang kabel yang di-twist (pilin), yang
jumlah pasangannya dapat terdiri dari dua, empat atau lebih. Fungsi twist bertujuan
untuk mengurangi interferensi elektromagnetik terhadap kabel lain atau terhadap
sumber eksternal. Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 10 Mbps.
Konektor yang biasa digunakan adalah RJ-11 atau RJ-45. Dari kedia tipe ini, tipe UTP
adalah tipe yang sering digunakan pada jaringan LAN. UTP memiliki 4 pasang kabel
terpilin (8 buah kabel) dan hanya 4 buah kabel yang digunakan dalam jaringan.
Perangkat yang berkenaan dengan penggunaan jenis kabel ini adalah konektor RJ45 dan
Hub/Switch).
Susunan Kabel UTP Crossover dan Straight Ujung A&B

5. Hub dan Switch

     Pada jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang
memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC)
bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan sederhana, salah satu port pada hub
terhubung ke komputer server. Bisa juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi
juga ke hub lain, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub bekerja dengan metode broadcast, sehingga semua port yang ada akan dikirim sinyalnya. Ini
berarti, jika lebih dari satu komputer mengirim data ke jaringan secara bersamaan, maka
tidak satupun komputer yang dapat memanfaatkan 100% bandwidth jaringan yang
tersedia. Hub berada pada physical layer.

     Switch adalah perangkat yang juga berfungsi untuk menghubungkan multiple
komputer. Switch secara fisik sama dengan hub tetapi logikalnya sama dengan barisan
brigde. Peningkatan kecerdasan dibandingkan hub, yaitu memiliki pengertian terhadap
alamat MAC (Medium Access Control) atau pada link layer model OSI sehingga hanya
mengirimkan data pada port yang dituju (unicast). Hal ini berbeda dengan hub yang
mengirimkan data ke semua port (broadcast). Proses kerjanya adalah apabila paket data
datang, header dicek untuk menentukan di segment mana tujuan paket datanya.
Kemudian data akan dikirim kembali (forwaded) ke segment tujuan tersebut. Contoh
Hub dan Switch seperti diperlihatkan pada Gambar 15.
Gambar 15. (A) Hub; (B) Switch

6. Bridge

     Bridge adalah peranti yang meneruskan lalu lintas antara segmen jaringan
berdasar informasi pada lapisan data link. Segmen ini mempunyai alamat lapisan
jaringan yang sama. Bridge bekerja dengan mengenali alamat MAC asal yang
mentransmisi data ke jaringan dan secara otomatis membangun sebuah table internal.
Tabel ini berfungsi untuk menentukan ke segmen mana paket akan di route dan
menyediakan kemampuan filtering. Bridge memmbagi satu buah jaringan besar
kedalam beberapa jaringan kecil. Bridge juga dapat di gunakan untuk mengkoneksi
diantara network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang
berbeda pula. Contoh bridge seperti diperlihatkan pada Gambar 16.
Gambar 16. Bridge

7. Router

     Router adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu
internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Router
akan menentukan jalur terbaik untuk komunikasi data. Router bekerja pada layer
network dari model OSI untuk memindahkan paket-paket antar jaringan menggunakan
alamat logikanya. Router memliki tabel routing yang melakukan pencatatan terhadap
semua alamat jaringan yang diketahui dan lintasan yang mungkin dilalui serta waktu
tempuhnya. Router bekerja hanya jika protokol jaringan yang dikonfigurasi adalah
protokol yang routable seperti TCP/IP atau IPX/SPX. Ini berbeda dengan bridge yang
bersifat protocol independent. Contoh router seperti diperlihatkan pada Gambar 17.
Gambar 17. Router

8. Repeater

     Repeater bekerja pada level physical layer dalam model jaringan OSI. Repeater
bertugas meregenerasi atau memperkuat sinyal-sinyal yang masuk. Pada ethernet
kualitas transmisi data hanya dapat bertahan dalam range waktu dan jangkauan terbatas,
yang selanjutnya mengalami degradasi. Repeater akan berusaha mempertahankan
integritas sinyal dan mencegah degradasi sampai paket-paket data menuju tujuan.
Kelemahan repeater yaitu tidak dapat melakukan filter traffic jaringan. Data (bits) yang
masuk ke salah satu port dikirim ke luar melalui semua port. Dengan demikian data akan tersebar ke segmen-segmen LAN tanpa memperhitungkan apakah data tersebut
dibutuhkan atau tidak.


Macam - Macam Router :

1. Router aplikasi : router jenis ini adalah sebuah aplikasi yang bisa anda instal pada sistem operasi komputer, sehingga sistem operasi computer tersebut dapat bekerja seperti router, misalnya aplikasi WinGate, , WinProxy Winroute, SpyGate dll.


2. Router Hardware : adalah sebuah hardware yang memiliki kemampuan seperti router, maka dengan hardware tersebut anda dapat membagi IP Address, Router hardware dapat digunakan untuk membagi jaringan internet pada suatu wilayah, misalnya dari router ini adalah access point, wilayah yang mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.


3. Router PC : adalah sebuah komputer yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai router. Untuk membuat sebuah router PC tidak harus menggunakan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Komputer dengan prosesor pentium dua, hard drive 10 GB dan ram 64 serta telah tersedia LAN Card sudah bisa digunakan sebagai router PC. Komputer yang dijadikan router ini harus diinstal dengan sistem operasi khusus untuk router. Sistem operasi yang populer untuk router PC saat ini adalah Mikrotik

Sistem kerja router :

Pada dasarnya perbedaan routing statis dan routing dinamis adalah cara mengenalkan alamat networknya.

1. Routing dinamis : Pada prinsipnya hanya mengenalkan network yang berhubungan dengan router yang bersangkutan (kaki-kakinya). Hal ini sangat cocok untuk topologi jaringan lingkup besar (terhubung ke banyak network).

2. Routing statis : Harus mengenalkan setiap alamat pada setiap network yang ingin dituju. Jadi secara keseluruhan harus tahu semua alamat yang ingin dituju. (cocok untuk topologi jaringan yang simple)

9. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Salah satu modem yang dipakai untuk koneksi ke internet ialah modem ADSL. Modem ini biasanya digunakan oleh ISP Telkom Speedy.

,